SEJARAH DESA

SEJARAH DESA SUMERTA KAJA

Desa Sumerta Kaja adalah merupakan hasil pemekaran dari Desa Sumerta (sekarang Kelurahan Sumerta). Menurut tokoh – tokoh masyarakat serta didukung oleh bukti – bukti yang ditemukan yang dipakai sebagai acuan/pedoman dalam penyusunan profil Desa Sumerta Kaja, khususnya menyangkut sejarah Desa Sumerta Kaja. Sejarah Desa Sumerta Kaja tidak jauh dari sejarah pembentukan wilayah Sumerta terdahulu. Tempat atau lokasi wilayah ini dahulu bernama “ WONGAYA” dalam perkembangan selanjutnya disebut SUMERTA WONGAYA dan sekarang menjadi Sumerta.

Tentang kata SUMERTA diambil dari nama salah seorang pemimpin yang pernah memimpin wilayah ini saat itu. Istilah Sumerta dapat dijumpai dalam prasasti Ki Kerobakan Badung yang antara lain berbunyi sebagai berikut :

“ Walian ikang kata, ceritaneng manke tmajnira Ki Gusti Pasek Gelgel Aan, pada sihing Hyang Widhi, apasanakan rehning nalikaning rat, tembenia Gde Pasek Sumerta Tmajanira Ki Gusti Pasek Aan, angalih lungguh mareng jagat Bandana, Sira kawuwus Pasek Sumerta, muang lungguh hira laju ingaran Sumerta, apan sire Ki Pasek Gelgel Sumerta winuwus widagda wicaksana, sida pwa sira anampa sajnanira sang natheng Bandana……”

Ditugaskannya Ki Pasek Gelgel Sumerta sebagai pemegang pucuk pimpinan di wilayah Sumerta (Bandana) terjadi pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong.

Selain informasi yang bersumber dari prasasti seperti disebutkan terdahulu, juga didasarkan cerita – cerita dari para penglingsir – penglingsir  diceritakan bahwa, Desa Sumerta juga pernah dipimpin oleh I Gusti Ngurah Sumerta. Hal ini dapat ditemukan dengan adanya piagam yang saat ini dismpan oleh Jro Mangku Puseh Sumerta (Br. Sima – Sumerta Kaja) yang berangka tahun Caka 15

Isi piagam tersebut antara lain menyebutkan tentang perintah dari I Gusti Ngurah Sumerta kepada Ki Bendesa Bekung (Mangku Puseh) di Sumerta Wangaya agar membangun pura Puseh dan Pura Kebon dalam jangka waktu selama 1 ( Satu ) tahun dan diberikan imbalan berupa tanah/gumi.

Demikian sekilas ulasan mengenai istilah "Sumerta" yang dapat disajikan pada tulisan ini, selanjutnya kepada para ahli sejarah dan para pembaca, sangat diharapkan agar sudi kiranya untuk menambah atau mengurangi, sehingga tulisan ini bisa lebih baik lengkap dan diharapkan bisa menjadi acuan terkait “ Babad” atau Sejarah Sumerta.

Dikaitkan dengan pelaksanaan administrasi pemerintahan baik pada masa penjajahan Belanda maupun Jepang serta setelah Indonesia merdeka, wilayah Desa Sumerta meliputi wilayah – wilayah Desa Adat Sumerta, dan Desa Adat Pagan dengan jumlah banjar sebanyak 21 Banjar. Namun dalam proses perkembangan selanjutnya terutamanya menyangkut penduduk yang semakin bertambah, maka munculah atau dibentuklah banjar – banjar baru di wilayah Desa Sumerta yang semula berjumlah 21 Banjar menjadi 27 Banjar.

Dalam perkembangan selanjutnya tepatnya pada tahun 1979, karena Desa Sumerta wilayahnya begitu luas, disatu pihak dan pihak lain aparat Desa adanya sangat terbatas, maka dari itu tokoh – tokoh masyarakat Desa Adat Sumerta disepakati untuk mengajukan usul pemekaran Desa Adat Sumerta menjadi 4 ( Empat ) yaitu :

1.      Desa Sumerta ( Induk )

2.      Desa Sumerta Kaja ( Pemekaran )

3.      Desa Sumerta Kauh ( Pemekaran )

4.      Desa Sumerta Klod ( Pemekaran )

Hal ini dilaksanakan dilatarbelakangi oleh :

1.      Jumlah penduduk yang semakin bertambah

2.      Guna mempercepat proses pembverian pelayanan kepada masyarakat

3.      Adanya peningkatan status Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Badung menjadi Kota Administratif.

Apa yang diusulkan oleh tokoh – tokoh masyarakat Desa Sumerta mendapat tanggapan dari Bapak Bupati Kepala Daerah Tingkat II dengan Surat Keputusan Nomor 167/Pem.15.166/79 tertanggal 1 Desember 1979 tentang pemekaran/pembentukan Desa – Desa Persiapan dalam wilayah Kota Administratif Denpasar. Menjadi 4 ( Empat ) Desa yaitu :

1.      Desa Sumerta

2.      Desa Persiapan Sumerta Kaja

3.      Desa Persiapan Sumerta Kauh

4.      Desa Persiapan Sumerta Klod

Akhirnya setelah mendapat pembinaan – pembinaan serta dievaluasi oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Bali, Desa – Desa Persiapan tersebut ditingkatkan statusnya menjadi Desa Definitif, dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali Nomor : 57 tahun 1982 tertanggal 1 Juni 1982 tentang Penetapan Desa – Desa Persiapan menjadi Desa Alternatif dalam wilayah Kota Administratif Denpasar.

Dengan demikian Desa Sumerta telah resmi dimekarkan menjadi 3 ( Tiga ) yang berstatus Desa dan 1 (Satu) yang berstatus Kelurahan, meliputi :

1.      Desa Sumerta Kaja

2.      Desa Sumerta Kauh

3.      Desa Sumerta Klod

4.      Kelurahan Sumerta

Dengan demikian Desa Sumerta Kaja ditetapkan menjadi Desa Definitif  berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali tertanggal 1 Juni 1982 Nomor : 57 Tahun 1982 .

I Gusti Ngurah Mayun

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Desa Sumerta Kaja?